
SIKABALUAN – Perjalanan menuju ikatan suci tak selamanya melalui jalan yang mulus. Hal inilah yang dialami oleh tim KUA Kecamatan Siberut Utara saat melaksanakan tugas pelayanan nikah bagi pasangan Rumambi Bin Naftali dan Delfa Oktavia Sakerengan Binti Ham Sakerengan, Jumat (01/05).
Perjalanan Jalur Air Tepat pukul 08.42 WIB, Kepala KUA Siberut Utara, Muhammad Mujammaul Khair, MA, bersama tim bertolak dari Dusun Muara, Desa Sikabaluan. Dengan menggunakan long boat bermesin 30 PK, tim mulai menyusuri sungai menuju Desa Cimpungan, Kecamatan Siberut Tengah. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa, karena tim harus melewati muara, membelah ombak laut, hingga kembali masuk ke muara sungai Desa Cimpungan sebelum akhirnya melanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi acara.
Momen Sakral di Masjid Al-Hijrah Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Hijrah Desa Cimpungan. Tepat pukul 10.51 WIB, dengan disaksikan oleh para saksi dan keluarga, Rumambi dan Delfa Oktavia resmi dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri di hadapan Kepala KUA yang bertindak langsung sebagai Wali Hakim.
🎥 KLIK UNTUK NONTON DI TIKTOK
Momen Ijab Qabul Rumambi & Delfa Oktavia

Dalam khutbah nikahnya, Bapak Muhammad Mujammaul Khair memberikan nasehat mendalam bagi kedua mempelai.
“Niatkanlah pernikahan ini untuk menyempurnakan agama dan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT. Salinglah mengasihi dan bekerja sama agar tercipta kebahagiaan yang hakiki dalam rumah tangga,” pesan beliau di hadapan pengantin baru tersebut.
Namun, tugas tidak berhenti di meja akad. Mengingat hari tersebut adalah hari Jumat, Kepala KUA Siberut Utara langsung melanjutkan pengabdiannya dengan bertindak sebagai Khatib sekaligus Imam shalat Jumat di Masjid Al Hijrah. Kehadiran tim KUA di tengah jamaah ini menjadi momen silaturahmi yang sangat berkesan bagi warga setempat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan agama di Desa Cimpungan, sesudah shalat Jumat, Kepala KUA menyerahkan bantuan berupa buku tata cara sholat kepada pengurus Masjid Al Hijrah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu jamaah, khususnya generasi muda, dalam memperdalam pemahaman ibadah.
Rangkaian kegiatan yang padat namun penuh berkah ini ditutup dengan perjalanan pulang. Tim KUA diantarkan kembali menuju Sikabaluan menggunakan long boat, membawa rasa syukur atas tuntasnya amanah pelayanan dan pembinaan bagi masyarakat Cimpungan.



