MUARA SIKABALUAN, Rabu, 22 April 2026 – Sebagai beranda informasi keagamaan di tingkat kecamatan, KUA Kecamatan Siberut Utara terus berupaya menyajikan data yang akurat mengenai peta sosiologis keagamaan masyarakat. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari koordinasi lintas instansi dengan kantor desa di wilayah Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Barat, tercatat keberadaan komunitas penganut Baha’i yang hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lainnya.
Potret Kerukunan di Bumi Sikere
Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya wilayah Siberut, sejak lama dikenal sebagai wilayah dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Kehadiran penganut Baha’i di tengah masyarakat menjadi salah satu warna dalam mosaik keberagaman di Bumi Sikere.
Berdasarkan data yang diterima redaksi:
- Di Kecamatan Siberut Utara: 75 jiwa/21 KK penganut Baha’i
- Di Kecamatan Siberut Barat: 64 jiwa/15 KK penganut Baha’i
Fungsi Pelayanan KUA dalam Keberagaman
Kepala KUA Kecamatan Siberut Utara, M.Mujamma’ul Khair, MA, senantiasa menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan administrasi (seperti Buku Nikah) dan pembinaan kehidupan beragama sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pengumpulan data ini bukan sekadar angka, melainkan landasan bagi KUA untuk memetakan kebutuhan penyuluhan dan memastikan pesan-pesan kerukunan tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Tugas kita adalah memastikan bahwa moderasi beragama tumbuh subur. Kita menghormati keberagaman dan memastikan koordinasi antar-desa berjalan baik agar pelayanan keagamaan tetap inklusif,” ujar pihak KUA.
Dengan adanya data yang terintegrasi ini, diharapkan KUA Siberut Utara dapat terus menjadi jembatan informasi yang kredibel dan memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan keyakinan.
