KUA Siberut Utara

Momentum ‘Idul Adha 1447 H: Kepala KUA Siberut Utara, M.Mujamma’ul Khair, MA, Ajak Siswa SMAN 1 Jadi Remaja Cerdas, Hormat Guru, dan Jadikan Ibadah Gaya Hidup

SIKABALUAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Siberut Utara terus berkomitmen membentengi moral generasi muda di wilayah kepulauan. Memanfaatkan momentum sakral menjelang hari raya kurban, KUA Siberut Utara menggelar program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) di ruang kelas SMAN 1 Siberut Utara pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, yang bertepatan dengan 5 Zulhijah 1447 Hijriah.

Dimulai tepat pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, kegiatan yang berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Raya Pokai – Sikabaluan Km 6, Desa Muara Sikabaluan ini, dihadiri oleh lebih dari 40 siswa serta didampingi oleh 5 orang guru. Meski berlangsung dalam durasi yang relatif singkat, atmosfer di dalam kelas terasa sangat khidmat, interaktif, dan sarat akan motivasi spiritual.

Program BRUS kali ini mengusung tema besar yang sangat menyentuh realitas kehidupan remaja masa kini: “Kita jadikan momen ‘Idul Adha ini saatnya berubah menjadi anak yang berkarakter dan cerdas, menghormati orang tua, guru, dan orang lebih tua yang mengajarkan kebaikan, serta jadikan ibadah sebagai gaya hidup.”

Dalam arahannya di depan puluhan siswa, Kepala KUA Siberut Utara, M.Mujamma’ul Khair, MA menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi perubahan diri bagi seorang pelajar.

“Momentum ‘Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan kurban, melainkan momentum bagi kita untuk menyembelih ego dan kemalasan masa muda. Ini adalah saat yang tepat bagi adik-adik semua untuk bermutasi menjadi generasi yang tidak hanya cerdas di dalam kelas, tetapi juga memiliki karakter akhlak yang kokoh di luar sekolah,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, KUA juga mengingatkan betapa pentingnya menjaga adab dan menghormati para pendidik serta orang tua demi kelancaran dan keberkahan ilmu yang sedang dituntut.

“Ingatlah, kecerdasan tanpa rasa hormat kepada orang tua dan guru adalah hal yang sia-sia. Keberkahan ilmu itu mengalir dari rida mereka. Mulai hari ini, mari kita ubah cara pandang kita terhadap agama. Jangan jadikan shalat atau mengaji sebagai beban, melainkan naikkan kelasnya agar ibadah itu membudaya dan menjadi gaya hidup (lifestyle) kebanggaan anak muda Mentawai,” tambahnya di hadapan para peserta yang menyimak dengan penuh khidmat.

Pihak SMAN 1 Siberut Utara menyambut baik langkah proaktif KUA Siberut Utara. Kehadiran 5 orang guru pendamping di dalam kelas menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan kementerian agama dalam mengawal tumbuh kembang mental spiritual para siswa di bumi Sikerei.

Dengan terlaksananya kegiatan BRUS ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Siberut Utara dapat menyongsong hari raya ‘Idul Adha 1447 H dengan semangat perubahan yang nyata—pulang ke rumah dengan membawa tekad baru untuk menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan tanah kelahiran tercinta, Bumi Mentawai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *